Shalat witir
Shalat dengan jumlah rakaat ganjil sebagai penutup shalat malam. Yang umum tiga rakaat: dua rakaat salam, lalu satu rakaat salam.
-
Waktu dan jumlah rakaat
Setelah Isya sampai sebelum Subuh, bisa setelah tarawih, sebelum tidur, atau setelah tahajud. Jumlahnya ganjil: 1, 3, 5, 7, 9, atau 11. Satu rakaat pun sah. Panduan ini memakai cara tiga rakaat (2 + 1).
HR. Bukhari no. 990 dan Muslim no. 749
-
Niat dua rakaat pertama
Niat tempatnya di hati. Melafazkannya dianjurkan ulama mazhab Syafi'i untuk membantu hati fokus, bukan bacaan dari Nabi, jadi cukup dalam hati pun sah.
Witir 2 rakaatأُصَلِّي سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَىUshallī sunnatan minal-witri rak'ataini lillāhi ta'ālā.
“Aku berniat shalat sunnah witir dua rakaat karena Allah Ta'ala.”
-
Takbiratul ihram
Berdiri menghadap kiblat, angkat kedua tangan sejajar bahu atau telinga sambil bertakbir, lalu letakkan tangan kanan di atas tangan kiri.
اللَّهُ أَكْبَرُAllāhu akbar.
“Allah Mahabesar.”
HR. Bukhari no. 735 dan Muslim no. 390
-
Doa iftitah
Dibaca pelan, hanya di rakaat pertama. Versi "Wajjahtu wajhiya..." yang populer di Indonesia juga sahih (HR. Muslim no. 771).
اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِAllāhumma bā'id bainī wa baina khaṭāyāya kamā bā'adta bainal-masyriqi wal-maghrib. Allāhumma naqqinī minal-khaṭāyā kamā yunaqqats-tsaubul-abyaḍu minad-danas. Allāhummaghsil khaṭāyāya bil-mā'i wats-tsalji wal-barad.
“Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahan sebagaimana kain putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahan-kesalahanku dengan air, salju, dan embun.”
HR. Bukhari no. 744 dan Muslim no. 598
-
Rakaat pertama: Al-Fatihah dan surah
Baca ta'awudz dan Al-Fatihah, lalu surah Al-A'la.
Ta'awudzأَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِA'ūdzu billāhi minasy-syaiṭānir-rajīm.
“Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”
Al-Fatihahبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَBismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn. Ar-raḥmānir-raḥīm. Māliki yaumid-dīn. Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn. Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm. Ṣirāṭal-ladzīna an'amta 'alaihim ghairil-maghḍūbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn. Āmīn.
“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.”
HR. Bukhari no. 756 dan Muslim no. 394
-
Rukuk
Angkat tangan sambil bertakbir, lalu membungkuk. Punggung lurus, kedua tangan menggenggam lutut, dan diam sejenak (tuma'ninah).
3 kaliسُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِSubḥāna rabbiyal-'aẓīm.
“Mahasuci Tuhanku Yang Mahaagung.”
HR. Muslim no. 772
-
I'tidal
Bangkit dari rukuk sambil mengangkat tangan, lalu berdiri tegak dan tuma'ninah.
Saat bangkitسَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُSami'allāhu liman ḥamidah.
“Allah mendengar orang yang memuji-Nya.”
Setelah berdiri tegakرَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُRabbanā wa lakal-ḥamd.
“Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji.”
HR. Bukhari no. 789
-
Sujud
Turun sambil bertakbir. Tujuh anggota tubuh menempel ke lantai: dahi bersama hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung jari kedua kaki. Sujud juga waktu terbaik untuk berdoa (HR. Muslim no. 482).
3 kaliسُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَىSubḥāna rabbiyal-a'lā.
“Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.”
HR. Bukhari no. 812 dan Muslim no. 772
-
Duduk di antara dua sujud
Bangkit sambil bertakbir, duduk di atas kaki kiri dengan kaki kanan ditegakkan (iftirasy). Versi singkat doanya cukup "Rabbighfirlī" (HR. Abu Dawud no. 874).
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاجْبُرْنِي، وَاهْدِنِي، وَارْزُقْنِيAllāhummaghfirlī, warḥamnī, wajburnī, wahdinī, warzuqnī.
“Ya Allah, ampunilah aku, sayangilah aku, cukupkanlah kekuranganku, berilah aku petunjuk, dan berilah aku rezeki.”
HR. Tirmidzi no. 284
-
Sujud kedua
Sujud lagi sambil bertakbir dengan bacaan yang sama. Lalu berdiri sambil bertakbir untuk rakaat kedua.
3 kaliسُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَىSubḥāna rabbiyal-a'lā.
“Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.”
-
Rakaat kedua
Baca Al-Fatihah lalu surah Al-Kafirun. Setelah itu rukuk, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua, sama seperti rakaat pertama.
-
Tasyahud akhir
Setelah sujud kedua, duduk tawarruk (kaki kiri dimasukkan ke bawah kaki kanan). Baca tasyahud, shalawat, lalu doa sebelum salam.
Tasyahudالتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِAt-taḥiyyātul-mubārakātuṣ-ṣalawātuṭ-ṭayyibātu lillāh. As-salāmu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa raḥmatullāhi wa barakātuh. As-salāmu 'alainā wa 'alā 'ibādillāhiṣ-ṣāliḥīn. Asyhadu an lā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muḥammadar-rasūlullāh.
“Segala penghormatan, keberkahan, shalawat, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan keberkahan-Nya tercurah kepadamu, wahai Nabi. Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”
Shalawat Ibrahimiyahاللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌAllāhumma ṣalli 'alā Muḥammad wa 'alā āli Muḥammad, kamā ṣallaita 'alā Ibrāhīm wa 'alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd. Allāhumma bārik 'alā Muḥammad wa 'alā āli Muḥammad, kamā bārakta 'alā Ibrāhīm wa 'alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd.
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau melimpahkan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji, Maha Mulia. Ya Allah, limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji, Maha Mulia.”
Doa sebelum salamاللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِAllāhumma innī a'ūdzu bika min 'adzābi jahannam, wa min 'adzābil-qabr, wa min fitnatil-maḥyā wal-mamāt, wa min syarri fitnatil-masīḥid-dajjāl.
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab neraka Jahanam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.”
HR. Muslim no. 403, Bukhari no. 3370, dan Muslim no. 588
-
Salam
Menoleh ke kanan lalu ke kiri, masing-masing sambil mengucapkan salam.
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِAs-salāmu 'alaikum wa raḥmatullāh.
“Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepada kalian.”
HR. Muslim no. 582
-
Niat satu rakaat terakhir
Berdiri lagi untuk rakaat penutup.
Witir 1 rakaatأُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلَّهِ تَعَالَىUshallī sunnatal-witri rak'atan lillāhi ta'ālā.
“Aku berniat shalat sunnah witir satu rakaat karena Allah Ta'ala.”
-
Rakaat terakhir
Takbiratul ihram, baca Al-Fatihah lalu surah Al-Ikhlas (sebagian riwayat menambah Al-Falaq dan An-Nas). Lalu rukuk dan i'tidal.
اللَّهُ أَكْبَرُAllāhu akbar.
“Allah Mahabesar.”
HR. Abu Dawud no. 1423
-
Qunut witir
Dalam mazhab Syafi'i, qunut dibaca setelah i'tidal di rakaat terakhir pada separuh akhir Ramadan, sambil mengangkat tangan. Di luar itu boleh tidak dibaca.
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَAllāhummahdinī fīman hadait, wa 'āfinī fīman 'āfait, wa tawallanī fīman tawallait, wa bārik lī fīmā a'ṭait, wa qinī syarra mā qaḍait, fa innaka taqḍī wa lā yuqḍā 'alaik, wa innahū lā yadzillu man wālait, tabārakta rabbanā wa ta'ālait.
“Ya Allah, berilah aku petunjuk bersama orang-orang yang Engkau beri petunjuk, berilah aku keselamatan bersama orang-orang yang Engkau beri keselamatan, uruslah aku bersama orang-orang yang Engkau urus, berkahilah apa yang Engkau berikan kepadaku, dan lindungilah aku dari keburukan yang Engkau takdirkan. Sesungguhnya Engkau yang menetapkan dan tidak ada yang menetapkan atas-Mu. Tidak akan hina orang yang Engkau lindungi. Mahasuci Engkau, wahai Tuhan kami, dan Mahatinggi Engkau.”
HR. Abu Dawud no. 1425 dan Tirmidzi no. 464
-
Sujud sampai salam
Sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, lalu duduk tasyahud akhir (tasyahud, shalawat, doa sebelum salam) dan salam, sama seperti di dua rakaat pertama.
-
Setelah salam
Rasulullah SAW membaca ini tiga kali setelah witir, memanjangkan suara di bacaan ketiga.
3 kaliسُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِSubḥānal-malikil-quddūs.
“Mahasuci Raja Yang Mahasuci.”
HR. Abu Dawud dan an-Nasa'i
Sumber
- HR. Bukhari no. 990 dan Muslim no. 749
- HR. Abu Dawud no. 1423 dan 1425
- HR. Tirmidzi no. 464