Shalat fardhu lima waktu

Urutan lengkap shalat wajib dari niat sampai dzikir setelah salam, dengan bacaan Arab, latin, dan artinya. Rasulullah SAW bersabda: "Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat."

HukumWajib
Jumlah2-4 rakaat
WaktuSubuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya
DalilSahih
  1. Kenali jumlah rakaatnya

    Subuh 2 rakaat, Dzuhur 4 rakaat, Ashar 4 rakaat, Maghrib 3 rakaat, dan Isya 4 rakaat. Shalat yang 3 dan 4 rakaat punya tasyahud awal di rakaat kedua.

  2. Pastikan syaratnya terpenuhi

    Suci dari hadas (sudah berwudhu) dan dari najis, menutup aurat, sudah masuk waktunya, dan menghadap kiblat.

    QS. Al-Ma'idah: 6 dan QS. An-Nisa: 103

  3. Niat

    Niat tempatnya di hati. Melafazkannya dianjurkan ulama mazhab Syafi'i untuk membantu hati fokus, bukan bacaan dari Nabi, jadi cukup dalam hati pun sah. Kalau shalat berjamaah, makmum menambahkan "ma'mūman" dan imam menambahkan "imāman" setelah "mustaqbilal-qiblati".

    Subuh
    أُصَلِّي فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

    Ushallī farḍaṣ-ṣubḥi rak'ataini mustaqbilal-qiblati adā'an lillāhi ta'ālā.

    “Aku berniat shalat fardhu Subuh dua rakaat menghadap kiblat, tepat waktu, karena Allah Ta'ala.”

    Dzuhur
    أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

    Ushallī farḍaẓ-ẓuhri arba'a raka'ātin mustaqbilal-qiblati adā'an lillāhi ta'ālā.

    “Aku berniat shalat fardhu Dzuhur empat rakaat menghadap kiblat, tepat waktu, karena Allah Ta'ala.”

    Ashar
    أُصَلِّي فَرْضَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

    Ushallī farḍal-'aṣri arba'a raka'ātin mustaqbilal-qiblati adā'an lillāhi ta'ālā.

    “Aku berniat shalat fardhu Ashar empat rakaat menghadap kiblat, tepat waktu, karena Allah Ta'ala.”

    Maghrib
    أُصَلِّي فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

    Ushallī farḍal-maghribi tsalātsa raka'ātin mustaqbilal-qiblati adā'an lillāhi ta'ālā.

    “Aku berniat shalat fardhu Maghrib tiga rakaat menghadap kiblat, tepat waktu, karena Allah Ta'ala.”

    Isya
    أُصَلِّي فَرْضَ الْعِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

    Ushallī farḍal-'isyā'i arba'a raka'ātin mustaqbilal-qiblati adā'an lillāhi ta'ālā.

    “Aku berniat shalat fardhu Isya empat rakaat menghadap kiblat, tepat waktu, karena Allah Ta'ala.”

    Dasar niat: HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907

  4. Takbiratul ihram

    Angkat kedua tangan sejajar bahu atau telinga sambil bertakbir, lalu letakkan tangan kanan di atas tangan kiri. Mulai dari sini, semua gerakan dan ucapan di luar shalat dilarang.

    اللَّهُ أَكْبَرُ

    Allāhu akbar.

    “Allah Mahabesar.”

    HR. Bukhari no. 735 dan Muslim no. 390

  5. Doa iftitah (sunnah)

    Dibaca pelan setelah takbiratul ihram, hanya di rakaat pertama. Versi "Wajjahtu wajhiya..." yang populer di Indonesia juga sahih (HR. Muslim no. 771).

    اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

    Allāhumma bā'id bainī wa baina khaṭāyāya kamā bā'adta bainal-masyriqi wal-maghrib. Allāhumma naqqinī minal-khaṭāyā kamā yunaqqats-tsaubul-abyaḍu minad-danas. Allāhummaghsil khaṭāyāya bil-mā'i wats-tsalji wal-barad.

    “Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahan sebagaimana kain putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahan-kesalahanku dengan air, salju, dan embun.”

    HR. Bukhari no. 744 dan Muslim no. 598

  6. Ta'awudz dan Al-Fatihah

    Al-Fatihah wajib di setiap rakaat. Selesai Al-Fatihah ucapkan "Āmīn".

    Ta'awudz
    أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

    A'ūdzu billāhi minasy-syaiṭānir-rajīm.

    “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”

    Al-Fatihah
    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ ۝ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ۝ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ ۝ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ ۝ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ۝ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ۝ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

    Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn. Ar-raḥmānir-raḥīm. Māliki yaumid-dīn. Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn. Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm. Ṣirāṭal-ladzīna an'amta 'alaihim ghairil-maghḍūbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn. Āmīn.

    “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.”

    HR. Bukhari no. 756 dan Muslim no. 394

  7. Membaca surah

    Di rakaat pertama dan kedua, setelah Al-Fatihah baca surah atau beberapa ayat yang kamu hafal, misalnya Al-Ikhlas, Al-Falaq, atau An-Nas.

    HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Qatadah

  8. Rukuk

    Angkat tangan sambil bertakbir, lalu membungkuk. Punggung lurus, kedua tangan menggenggam lutut, dan diam sejenak (tuma'ninah).

    3 kali
    سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ

    Subḥāna rabbiyal-'aẓīm.

    “Mahasuci Tuhanku Yang Mahaagung.”

    HR. Muslim no. 772

  9. I'tidal

    Bangkit dari rukuk sambil mengangkat tangan, lalu berdiri tegak dan tuma'ninah.

    Saat bangkit
    سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

    Sami'allāhu liman ḥamidah.

    “Allah mendengar orang yang memuji-Nya.”

    Setelah berdiri tegak
    رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

    Rabbanā wa lakal-ḥamd.

    “Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji.”

    HR. Bukhari no. 789

  10. Sujud

    Turun sambil bertakbir. Tujuh anggota tubuh menempel ke lantai: dahi bersama hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung jari kedua kaki. Sujud juga waktu terbaik untuk berdoa (HR. Muslim no. 482).

    3 kali
    سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

    Subḥāna rabbiyal-a'lā.

    “Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.”

    HR. Bukhari no. 812 dan Muslim no. 772

  11. Duduk di antara dua sujud

    Bangkit sambil bertakbir, duduk di atas kaki kiri dengan kaki kanan ditegakkan (iftirasy). Versi singkat doanya cukup "Rabbighfirlī" (HR. Abu Dawud no. 874).

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاجْبُرْنِي، وَاهْدِنِي، وَارْزُقْنِي

    Allāhummaghfirlī, warḥamnī, wajburnī, wahdinī, warzuqnī.

    “Ya Allah, ampunilah aku, sayangilah aku, cukupkanlah kekuranganku, berilah aku petunjuk, dan berilah aku rezeki.”

    HR. Tirmidzi no. 284

  12. Sujud kedua

    Sujud lagi sambil bertakbir dengan bacaan yang sama. Lalu berdiri sambil bertakbir untuk rakaat kedua.

    3 kali
    سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

    Subḥāna rabbiyal-a'lā.

    “Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.”

  13. Rakaat kedua

    Baca Al-Fatihah dan surah, lalu rukuk, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua seperti rakaat pertama. Untuk Subuh, setelah rakaat kedua langsung ke tasyahud akhir.

  14. Qunut (khusus Subuh, mazhab Syafi'i)

    Dibaca di rakaat kedua shalat Subuh, setelah i'tidal dan sebelum sujud, sambil mengangkat tangan. Kalau jadi imam, kata ganti "-nī" (aku) diganti "-nā" (kami). Mazhab lain tidak membacanya rutin, dan shalat tetap sah tanpa qunut.

    اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

    Allāhummahdinī fīman hadait, wa 'āfinī fīman 'āfait, wa tawallanī fīman tawallait, wa bārik lī fīmā a'ṭait, wa qinī syarra mā qaḍait, fa innaka taqḍī wa lā yuqḍā 'alaik, wa innahū lā yadzillu man wālait, tabārakta rabbanā wa ta'ālait.

    “Ya Allah, berilah aku petunjuk bersama orang-orang yang Engkau beri petunjuk, berilah aku keselamatan bersama orang-orang yang Engkau beri keselamatan, uruslah aku bersama orang-orang yang Engkau urus, berkahilah apa yang Engkau berikan kepadaku, dan lindungilah aku dari keburukan yang Engkau takdirkan. Sesungguhnya Engkau yang menetapkan dan tidak ada yang menetapkan atas-Mu. Tidak akan hina orang yang Engkau lindungi. Mahasuci Engkau, wahai Tuhan kami, dan Mahatinggi Engkau.”

    Lafaz dari HR. Abu Dawud no. 1425 dan Tirmidzi no. 464

  15. Tasyahud awal

    Untuk Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya: setelah sujud kedua di rakaat kedua, duduk iftirasy dan baca tasyahud, lalu berdiri sambil bertakbir ke rakaat ketiga.

    Tasyahud
    التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

    At-taḥiyyātul-mubārakātuṣ-ṣalawātuṭ-ṭayyibātu lillāh. As-salāmu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa raḥmatullāhi wa barakātuh. As-salāmu 'alainā wa 'alā 'ibādillāhiṣ-ṣāliḥīn. Asyhadu an lā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muḥammadar-rasūlullāh.

    “Segala penghormatan, keberkahan, shalawat, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan keberkahan-Nya tercurah kepadamu, wahai Nabi. Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

    HR. Muslim no. 403

  16. Rakaat ketiga dan keempat

    Cukup membaca Al-Fatihah tanpa surah, lalu rukuk, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua. Maghrib berhenti di rakaat ketiga, Dzuhur, Ashar, dan Isya sampai rakaat keempat.

    HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Qatadah

  17. Tasyahud akhir

    Di rakaat terakhir, duduk tawarruk (kaki kiri dimasukkan ke bawah kaki kanan). Baca tasyahud, shalawat Ibrahimiyah, lalu doa sebelum salam.

    Tasyahud
    التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

    At-taḥiyyātul-mubārakātuṣ-ṣalawātuṭ-ṭayyibātu lillāh. As-salāmu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa raḥmatullāhi wa barakātuh. As-salāmu 'alainā wa 'alā 'ibādillāhiṣ-ṣāliḥīn. Asyhadu an lā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muḥammadar-rasūlullāh.

    “Segala penghormatan, keberkahan, shalawat, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan keberkahan-Nya tercurah kepadamu, wahai Nabi. Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

    Shalawat Ibrahimiyah
    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

    Allāhumma ṣalli 'alā Muḥammad wa 'alā āli Muḥammad, kamā ṣallaita 'alā Ibrāhīm wa 'alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd. Allāhumma bārik 'alā Muḥammad wa 'alā āli Muḥammad, kamā bārakta 'alā Ibrāhīm wa 'alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd.

    “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau melimpahkan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji, Maha Mulia. Ya Allah, limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji, Maha Mulia.”

    Doa sebelum salam
    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

    Allāhumma innī a'ūdzu bika min 'adzābi jahannam, wa min 'adzābil-qabr, wa min fitnatil-maḥyā wal-mamāt, wa min syarri fitnatil-masīḥid-dajjāl.

    “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab neraka Jahanam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.”

    HR. Muslim no. 403, Bukhari no. 3370, dan Muslim no. 588

  18. Salam

    Menoleh ke kanan lalu ke kiri, masing-masing sambil mengucapkan salam. Shalat selesai.

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

    As-salāmu 'alaikum wa raḥmatullāh.

    “Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepada kalian.”

    HR. Muslim no. 582

  19. Dzikir setelah shalat

    Setelah salam, Rasulullah SAW beristighfar tiga kali dan membaca "Allāhumma antas-salām". Lalu tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing 33 kali, digenapkan menjadi 100 dengan tahlil.

    3 kali
    أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ

    Astaghfirullāh.

    “Aku memohon ampun kepada Allah.”

    اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

    Allāhumma antas-salām wa minkas-salām, tabārakta yā dzal-jalāli wal-ikrām.

    “Ya Allah, Engkaulah As-Salam (Yang Maha Sejahtera) dan dari-Mu kesejahteraan. Mahasuci Engkau, wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan.”

    33 kali
    سُبْحَانَ اللَّهِ

    Subḥānallāh.

    “Mahasuci Allah.”

    33 kali
    الْحَمْدُ لِلَّهِ

    Al-ḥamdu lillāh.

    “Segala puji bagi Allah.”

    33 kali
    اللَّهُ أَكْبَرُ

    Allāhu akbar.

    “Allah Mahabesar.”

    Penutup
    لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr.

    “Tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”

    HR. Muslim no. 591 dan 597

Catatan: Ada beberapa perbedaan yang wajar di antara mazhab, misalnya posisi tangan saat berdiri (di dada atau di bawah pusar), membaca basmalah keras atau pelan, dan qunut di shalat Subuh. Semuanya punya dasar dari para ulama, jadi ikuti yang diajarkan gurumu dan tidak perlu saling menyalahkan. Panduan ini mengikuti praktik yang umum di Indonesia (mazhab Syafi'i).

Sumber

  • HR. Bukhari no. 631 ("Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat")
  • HR. Bukhari no. 757 dan Muslim no. 397 (hadits orang yang shalatnya keliru)
  • QS. Al-Ma'idah: 6
  • QS. An-Nisa: 103
  • HR. Muslim no. 591 dan 597 (dzikir setelah shalat)

Tata cara shalat lainnya

Semua