Shalat Idul Fitri dan Idul Adha

Dua rakaat dengan 7 takbir tambahan di rakaat pertama dan 5 di rakaat kedua, tanpa adzan dan iqamah, lalu dilanjutkan khutbah. Caranya sama untuk Idul Fitri dan Idul Adha.

HukumSunnah muakkadah
Jumlah2 rakaat
WaktuPagi 1 Syawal dan 10 Dzulhijjah
DalilSahih
  1. Takbiran

    Idul Fitri: takbir sejak terbenam matahari malam lebaran sampai shalat dimulai. Idul Adha: takbir juga dikumandangkan setelah shalat di hari-hari tasyrik. Lafaz yang populer berasal dari praktik sahabat Ibnu Mas'ud.

    اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

    Allāhu akbar, Allāhu akbar, lā ilāha illallāhu wallāhu akbar, Allāhu akbar wa lillāhil-ḥamd.

    “Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. Tidak ada tuhan selain Allah, dan Allah Mahabesar. Allah Mahabesar, dan bagi Allah segala puji.”

    QS. Al-Baqarah: 185; atsar Ibnu Mas'ud (Mushannaf Ibnu Abi Syaibah)

  2. Sebelum berangkat

    Mandi dan pakai pakaian terbaik. Idul Fitri: makan dulu beberapa butir kurma dengan jumlah ganjil, dan pastikan zakat fitrah sudah dibayar sebelum shalat. Idul Adha: sebaliknya, tidak makan sampai selesai shalat.

    HR. Bukhari no. 953; HR. Tirmidzi no. 542

  3. Waktu dan tempat

    Setelah matahari naik kira-kira setinggi tombak (sekitar 15-20 menit setelah terbit) sampai sebelum Dzuhur. Disunnahkan di lapangan dan dihadiri juga oleh perempuan dan anak-anak. Shalat langsung dimulai tanpa adzan dan iqamah.

    HR. Muslim no. 887

  4. Niat

    Niat tempatnya di hati. Melafazkannya dianjurkan ulama mazhab Syafi'i untuk membantu hati fokus, bukan bacaan dari Nabi, jadi cukup dalam hati pun sah. Kalau jadi imam, "ma'mūman" diganti "imāman".

    Idul Fitri
    أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى

    Ushallī sunnatan li'īdil-fiṭri rak'ataini ma'mūman lillāhi ta'ālā.

    “Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala.”

    Idul Adha
    أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى

    Ushallī sunnatan li'īdil-aḍḥā rak'ataini ma'mūman lillāhi ta'ālā.

    “Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala.”

  5. Takbiratul ihram dan doa iftitah

    Bertakbir sambil mengangkat tangan, lalu baca doa iftitah pelan.

    اللَّهُ أَكْبَرُ

    Allāhu akbar.

    “Allah Mahabesar.”

    اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

    Allāhumma bā'id bainī wa baina khaṭāyāya kamā bā'adta bainal-masyriqi wal-maghrib. Allāhumma naqqinī minal-khaṭāyā kamā yunaqqats-tsaubul-abyaḍu minad-danas. Allāhummaghsil khaṭāyāya bil-mā'i wats-tsalji wal-barad.

    “Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahan sebagaimana kain putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahan-kesalahanku dengan air, salju, dan embun.”

    HR. Bukhari no. 744 dan Muslim no. 598

  6. Rakaat pertama: 7 kali takbir

    Setelah iftitah, bertakbir 7 kali, setiap kali sambil mengangkat tangan. Di antara dua takbir, baca bacaan ini pelan (diamalkan sebagian sahabat).

    Di antara takbir
    سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ

    Subḥānallāh, wal-ḥamdu lillāh, wa lā ilāha illallāh, wallāhu akbar.

    “Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan selain Allah, dan Allah Mahabesar.”

    HR. Abu Dawud no. 1151

  7. Al-Fatihah dan surah Al-A'la

    Baca ta'awudz dan Al-Fatihah, lalu surah Al-A'la (atau Qaf). Imam membacanya dengan suara keras.

    Ta'awudz
    أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

    A'ūdzu billāhi minasy-syaiṭānir-rajīm.

    “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”

    Al-Fatihah
    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ ۝ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ۝ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ ۝ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ ۝ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ۝ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ۝ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

    Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn. Ar-raḥmānir-raḥīm. Māliki yaumid-dīn. Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn. Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm. Ṣirāṭal-ladzīna an'amta 'alaihim ghairil-maghḍūbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn. Āmīn.

    “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.”

    HR. Muslim no. 878 dan 891

  8. Rukuk

    Angkat tangan sambil bertakbir, lalu membungkuk. Punggung lurus, kedua tangan menggenggam lutut, dan diam sejenak (tuma'ninah).

    3 kali
    سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ

    Subḥāna rabbiyal-'aẓīm.

    “Mahasuci Tuhanku Yang Mahaagung.”

    HR. Muslim no. 772

  9. I'tidal

    Bangkit dari rukuk sambil mengangkat tangan, lalu berdiri tegak dan tuma'ninah.

    Saat bangkit
    سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

    Sami'allāhu liman ḥamidah.

    “Allah mendengar orang yang memuji-Nya.”

    Setelah berdiri tegak
    رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

    Rabbanā wa lakal-ḥamd.

    “Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji.”

    HR. Bukhari no. 789

  10. Sujud

    Turun sambil bertakbir. Tujuh anggota tubuh menempel ke lantai: dahi bersama hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung jari kedua kaki. Sujud juga waktu terbaik untuk berdoa (HR. Muslim no. 482).

    3 kali
    سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

    Subḥāna rabbiyal-a'lā.

    “Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.”

    HR. Bukhari no. 812 dan Muslim no. 772

  11. Duduk di antara dua sujud

    Bangkit sambil bertakbir, duduk di atas kaki kiri dengan kaki kanan ditegakkan (iftirasy). Versi singkat doanya cukup "Rabbighfirlī" (HR. Abu Dawud no. 874).

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاجْبُرْنِي، وَاهْدِنِي، وَارْزُقْنِي

    Allāhummaghfirlī, warḥamnī, wajburnī, wahdinī, warzuqnī.

    “Ya Allah, ampunilah aku, sayangilah aku, cukupkanlah kekuranganku, berilah aku petunjuk, dan berilah aku rezeki.”

    HR. Tirmidzi no. 284

  12. Sujud kedua

    Sujud lagi sambil bertakbir dengan bacaan yang sama. Lalu berdiri sambil bertakbir untuk rakaat kedua.

    3 kali
    سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

    Subḥāna rabbiyal-a'lā.

    “Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.”

  13. Rakaat kedua: 5 kali takbir

    Setelah berdiri (takbir bangkit dari sujud tidak dihitung), bertakbir lagi 5 kali sambil mengangkat tangan, dengan bacaan yang sama di antara takbir. Lalu baca Al-Fatihah dan surah Al-Ghasyiyah (atau Al-Qamar), kemudian rukuk, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua seperti rakaat pertama.

    HR. Abu Dawud no. 1151; HR. Muslim no. 878

  14. Tasyahud akhir dan salam

    Duduk tawarruk, baca tasyahud, shalawat, dan doa sebelum salam, lalu salam ke kanan dan ke kiri.

    Tasyahud
    التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

    At-taḥiyyātul-mubārakātuṣ-ṣalawātuṭ-ṭayyibātu lillāh. As-salāmu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa raḥmatullāhi wa barakātuh. As-salāmu 'alainā wa 'alā 'ibādillāhiṣ-ṣāliḥīn. Asyhadu an lā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muḥammadar-rasūlullāh.

    “Segala penghormatan, keberkahan, shalawat, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan keberkahan-Nya tercurah kepadamu, wahai Nabi. Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

    Shalawat Ibrahimiyah
    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

    Allāhumma ṣalli 'alā Muḥammad wa 'alā āli Muḥammad, kamā ṣallaita 'alā Ibrāhīm wa 'alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd. Allāhumma bārik 'alā Muḥammad wa 'alā āli Muḥammad, kamā bārakta 'alā Ibrāhīm wa 'alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd.

    “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau melimpahkan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji, Maha Mulia. Ya Allah, limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji, Maha Mulia.”

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

    As-salāmu 'alaikum wa raḥmatullāh.

    “Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepada kalian.”

    HR. Muslim no. 403 dan 582, Bukhari no. 3370

  15. Kalau takbir tambahannya terlewat

    Takbir tambahan hukumnya sunnah. Kalau lupa atau makmum datang terlambat, shalatnya tetap sah.

  16. Dengarkan khutbah

    Khutbah Id dilakukan setelah shalat, berbeda dengan shalat Jumat yang khutbahnya sebelum shalat.

    HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar

  17. Pulang lewat jalan lain

    Rasulullah SAW berangkat dan pulang shalat Id lewat jalan yang berbeda.

    HR. Bukhari no. 986

Catatan: Menurut mazhab Syafi'i dan Maliki shalat Id hukumnya sunnah muakkadah. Mazhab Hanafi menilainya wajib, dan sebagian ulama Hanbali menilainya fardhu kifayah. Jumlah takbir 7 dan 5 adalah pendapat mayoritas ulama, mazhab Hanafi memakai 3 dan 3.

Sumber

  • QS. Al-Baqarah: 185
  • HR. Muslim no. 887
  • HR. Abu Dawud no. 1151
  • HR. Muslim no. 878 dan 891
  • HR. Bukhari no. 953 dan 986

Tata cara shalat lainnya

Semua