Shalat istikharah

Shalat untuk minta dipilihkan yang terbaik oleh Allah, misalnya soal pekerjaan, pindah rumah, atau jodoh. Jabir menyebut Rasulullah SAW mengajarkannya seperti mengajarkan surah Al-Qur'an.

HukumSunnah
Jumlah2 rakaat
WaktuKapan saja saat harus memilih
DalilSahih
  1. Niat

    Niat tempatnya di hati. Melafazkannya dianjurkan ulama mazhab Syafi'i untuk membantu hati fokus, bukan bacaan dari Nabi, jadi cukup dalam hati pun sah.

    Shalat istikharah
    أُصَلِّي سُنَّةَ الِاسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

    Ushallī sunnatal-istikhārati rak'ataini lillāhi ta'ālā.

    “Aku berniat shalat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah Ta'ala.”

    HR. Bukhari no. 1162

  2. Takbiratul ihram

    Berdiri menghadap kiblat, angkat kedua tangan sejajar bahu atau telinga sambil bertakbir, lalu letakkan tangan kanan di atas tangan kiri.

    اللَّهُ أَكْبَرُ

    Allāhu akbar.

    “Allah Mahabesar.”

    HR. Bukhari no. 735 dan Muslim no. 390

  3. Doa iftitah

    Dibaca pelan, hanya di rakaat pertama. Versi "Wajjahtu wajhiya..." yang populer di Indonesia juga sahih (HR. Muslim no. 771).

    اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

    Allāhumma bā'id bainī wa baina khaṭāyāya kamā bā'adta bainal-masyriqi wal-maghrib. Allāhumma naqqinī minal-khaṭāyā kamā yunaqqats-tsaubul-abyaḍu minad-danas. Allāhummaghsil khaṭāyāya bil-mā'i wats-tsalji wal-barad.

    “Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahan sebagaimana kain putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahan-kesalahanku dengan air, salju, dan embun.”

    HR. Bukhari no. 744 dan Muslim no. 598

  4. Rakaat pertama: Al-Fatihah dan surah

    Baca ta'awudz dan Al-Fatihah, lalu surah Al-Kafirun (dianjurkan Imam an-Nawawi, boleh surah lain).

    Ta'awudz
    أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

    A'ūdzu billāhi minasy-syaiṭānir-rajīm.

    “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”

    Al-Fatihah
    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ ۝ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ۝ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ ۝ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ ۝ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ۝ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ۝ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

    Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn. Ar-raḥmānir-raḥīm. Māliki yaumid-dīn. Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn. Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm. Ṣirāṭal-ladzīna an'amta 'alaihim ghairil-maghḍūbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn. Āmīn.

    “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.”

    HR. Bukhari no. 756 dan Muslim no. 394

  5. Rukuk

    Angkat tangan sambil bertakbir, lalu membungkuk. Punggung lurus, kedua tangan menggenggam lutut, dan diam sejenak (tuma'ninah).

    3 kali
    سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ

    Subḥāna rabbiyal-'aẓīm.

    “Mahasuci Tuhanku Yang Mahaagung.”

    HR. Muslim no. 772

  6. I'tidal

    Bangkit dari rukuk sambil mengangkat tangan, lalu berdiri tegak dan tuma'ninah.

    Saat bangkit
    سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

    Sami'allāhu liman ḥamidah.

    “Allah mendengar orang yang memuji-Nya.”

    Setelah berdiri tegak
    رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

    Rabbanā wa lakal-ḥamd.

    “Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji.”

    HR. Bukhari no. 789

  7. Sujud

    Turun sambil bertakbir. Tujuh anggota tubuh menempel ke lantai: dahi bersama hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung jari kedua kaki. Sujud juga waktu terbaik untuk berdoa (HR. Muslim no. 482).

    3 kali
    سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

    Subḥāna rabbiyal-a'lā.

    “Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.”

    HR. Bukhari no. 812 dan Muslim no. 772

  8. Duduk di antara dua sujud

    Bangkit sambil bertakbir, duduk di atas kaki kiri dengan kaki kanan ditegakkan (iftirasy). Versi singkat doanya cukup "Rabbighfirlī" (HR. Abu Dawud no. 874).

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاجْبُرْنِي، وَاهْدِنِي، وَارْزُقْنِي

    Allāhummaghfirlī, warḥamnī, wajburnī, wahdinī, warzuqnī.

    “Ya Allah, ampunilah aku, sayangilah aku, cukupkanlah kekuranganku, berilah aku petunjuk, dan berilah aku rezeki.”

    HR. Tirmidzi no. 284

  9. Sujud kedua

    Sujud lagi sambil bertakbir dengan bacaan yang sama. Lalu berdiri sambil bertakbir untuk rakaat kedua.

    3 kali
    سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

    Subḥāna rabbiyal-a'lā.

    “Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.”

  10. Rakaat kedua

    Baca Al-Fatihah lalu surah Al-Ikhlas (boleh surah lain). Setelah itu rukuk, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua, sama seperti rakaat pertama.

  11. Tasyahud akhir

    Setelah sujud kedua, duduk tawarruk (kaki kiri dimasukkan ke bawah kaki kanan). Baca tasyahud, shalawat, lalu doa sebelum salam.

    Tasyahud
    التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

    At-taḥiyyātul-mubārakātuṣ-ṣalawātuṭ-ṭayyibātu lillāh. As-salāmu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa raḥmatullāhi wa barakātuh. As-salāmu 'alainā wa 'alā 'ibādillāhiṣ-ṣāliḥīn. Asyhadu an lā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muḥammadar-rasūlullāh.

    “Segala penghormatan, keberkahan, shalawat, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan keberkahan-Nya tercurah kepadamu, wahai Nabi. Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

    Shalawat Ibrahimiyah
    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

    Allāhumma ṣalli 'alā Muḥammad wa 'alā āli Muḥammad, kamā ṣallaita 'alā Ibrāhīm wa 'alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd. Allāhumma bārik 'alā Muḥammad wa 'alā āli Muḥammad, kamā bārakta 'alā Ibrāhīm wa 'alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd.

    “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau melimpahkan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji, Maha Mulia. Ya Allah, limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji, Maha Mulia.”

    Doa sebelum salam
    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

    Allāhumma innī a'ūdzu bika min 'adzābi jahannam, wa min 'adzābil-qabr, wa min fitnatil-maḥyā wal-mamāt, wa min syarri fitnatil-masīḥid-dajjāl.

    “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab neraka Jahanam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.”

    HR. Muslim no. 403, Bukhari no. 3370, dan Muslim no. 588

  12. Salam

    Menoleh ke kanan lalu ke kiri, masing-masing sambil mengucapkan salam.

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

    As-salāmu 'alaikum wa raḥmatullāh.

    “Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepada kalian.”

    HR. Muslim no. 582

  13. Baca doa istikharah

    Setelah salam, baca doa ini. Saat sampai di "hādzal-amra" (urusan ini), sebutkan urusanmu, dalam hati atau dengan bahasamu sendiri. Boleh dibaca dari catatan kalau belum hafal.

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي، ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ، ثُمَّ أَرْضِنِي بِهِ

    Allāhumma innī astakhīruka bi'ilmik, wa astaqdiruka biqudratik, wa as'aluka min faḍlikal-'aẓīm, fa innaka taqdiru wa lā aqdir, wa ta'lamu wa lā a'lam, wa anta 'allāmul-ghuyūb. Allāhumma in kunta ta'lamu anna hādzal-amra khairul lī fī dīnī wa ma'āsyī wa 'āqibati amrī, faqdurhu lī wa yassirhu lī, tsumma bārik lī fīh. Wa in kunta ta'lamu anna hādzal-amra syarrul lī fī dīnī wa ma'āsyī wa 'āqibati amrī, faṣrifhu 'annī waṣrifnī 'anh, waqdur liyal-khaira ḥaitsu kān, tsumma arḍinī bih.

    “Ya Allah, aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, memohon kemampuan dengan kekuasaan-Mu, dan memohon karunia-Mu yang agung. Engkau Mahakuasa sedangkan aku tidak, Engkau Maha Mengetahui sedangkan aku tidak, dan Engkau Maha Mengetahui yang gaib. Ya Allah, jika Engkau tahu urusan ini baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akhir urusanku, takdirkanlah ia untukku, mudahkanlah, lalu berkahilah. Jika Engkau tahu urusan ini buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akhir urusanku, jauhkanlah ia dariku dan jauhkan aku darinya, takdirkanlah kebaikan untukku di mana pun adanya, lalu jadikan aku rida dengannya.”

    HR. Bukhari no. 1162

  14. Jalani dengan tenang

    Tidak harus menunggu mimpi atau tanda khusus. Tetap berikhtiar dan bermusyawarah, lalu jalani pilihan yang dimudahkan. Kalau masih ragu, istikharah boleh diulang.

Catatan: Istikharah bukan untuk hal yang sudah jelas wajib atau haram, tapi untuk pilihan yang sama-sama boleh.

Sumber

  • HR. Bukhari no. 1162
  • Imam an-Nawawi, Al-Adzkar

Tata cara shalat lainnya

Semua