Shalat jenazah
Shalat untuk mendoakan saudara muslim yang meninggal. Dikerjakan sambil berdiri dengan empat takbir, tanpa rukuk dan sujud.
-
Persiapan
Syaratnya sama seperti shalat lain: suci, menutup aurat, dan menghadap kiblat. Imam berdiri sejajar kepala jenazah laki-laki, atau bagian tengah jenazah perempuan.
HR. Abu Dawud dan Tirmidzi dari Anas bin Malik
-
Niat
Niat tempatnya di hati. Melafazkannya dianjurkan ulama mazhab Syafi'i untuk membantu hati fokus, bukan bacaan dari Nabi, jadi cukup dalam hati pun sah. Kalau berjamaah, makmum menambahkan "ma'mūman" sebelum "lillāhi ta'ālā".
Jenazah laki-lakiأُصَلِّي عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةٍ لِلَّهِ تَعَالَىUshallī 'alā hādzal-mayyiti arba'a takbīrātin farḍa kifāyatin lillāhi ta'ālā.
“Aku berniat shalat atas jenazah (laki-laki) ini empat takbir, fardhu kifayah, karena Allah Ta'ala.”
Jenazah perempuanأُصَلِّي عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةٍ لِلَّهِ تَعَالَىUshallī 'alā hādzihil-mayyitati arba'a takbīrātin farḍa kifāyatin lillāhi ta'ālā.
“Aku berniat shalat atas jenazah (perempuan) ini empat takbir, fardhu kifayah, karena Allah Ta'ala.”
-
Takbir pertama: Al-Fatihah
Takbiratul ihram sambil mengangkat tangan, lalu baca ta'awudz dan Al-Fatihah (tanpa doa iftitah dan tanpa surah).
اللَّهُ أَكْبَرُAllāhu akbar.
“Allah Mahabesar.”
Ta'awudzأَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِA'ūdzu billāhi minasy-syaiṭānir-rajīm.
“Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”
Al-Fatihahبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَBismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn. Ar-raḥmānir-raḥīm. Māliki yaumid-dīn. Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn. Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm. Ṣirāṭal-ladzīna an'amta 'alaihim ghairil-maghḍūbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn. Āmīn.
“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.”
HR. Bukhari no. 1335
-
Takbir kedua: shalawat
Bertakbir lagi, lalu baca shalawat Ibrahimiyah.
اللَّهُ أَكْبَرُAllāhu akbar.
“Allah Mahabesar.”
Shalawat Ibrahimiyahاللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌAllāhumma ṣalli 'alā Muḥammad wa 'alā āli Muḥammad, kamā ṣallaita 'alā Ibrāhīm wa 'alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd. Allāhumma bārik 'alā Muḥammad wa 'alā āli Muḥammad, kamā bārakta 'alā Ibrāhīm wa 'alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd.
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau melimpahkan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji, Maha Mulia. Ya Allah, limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji, Maha Mulia.”
HR. Bukhari no. 3370 dan Muslim no. 406
-
Takbir ketiga: doa untuk jenazah
Bertakbir, lalu doakan jenazah. Untuk jenazah perempuan, ganti akhiran "-hu" menjadi "-hā" (misalnya "allāhummaghfir lahā warḥamhā"). Lafaz lengkapnya lebih panjang dari ini.
اللَّهُ أَكْبَرُAllāhu akbar.
“Allah Mahabesar.”
Doaاللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِAllāhummaghfir lahū warḥamhu, wa 'āfihi wa'fu 'anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi' mudkhalahu, waghsilhu bil-mā'i wats-tsalji wal-barad, wa naqqihi minal-khaṭāyā kamā naqqaitats-tsaubal-abyaḍa minad-danas.
“Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah kuburnya, mandikanlah dia dengan air, salju, dan embun, dan bersihkanlah dia dari kesalahan-kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan kain putih dari kotoran.”
HR. Muslim no. 963
-
Takbir keempat: doa
Bertakbir, lalu berdoa sejenak.
اللَّهُ أَكْبَرُAllāhu akbar.
“Allah Mahabesar.”
Doaاللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ، وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُAllāhumma lā taḥrimnā ajrahū, wa lā taftinnā ba'dah.
“Ya Allah, janganlah Engkau halangi kami dari pahalanya, dan janganlah Engkau beri kami fitnah sepeninggalnya.”
HR. Abu Dawud no. 3201
-
Salam
Salam ke kanan lalu ke kiri. Shalat jenazah selesai, tanpa rukuk dan sujud.
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِAs-salāmu 'alaikum wa raḥmatullāh.
“Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepada kalian.”
Sumber
- HR. Bukhari no. 1335
- HR. Muslim no. 963
- HR. Abu Dawud no. 3201
- HR. Bukhari no. 1325 dan Muslim no. 945