Shalat hajat

Shalat dua rakaat saat punya keperluan, lalu berdoa kepada Allah. Populer di Indonesia, tapi hadits khususnya dinilai lemah oleh Imam Tirmidzi sendiri.

HukumSunnah (diperselisihkan)
Jumlah2 rakaat
WaktuKapan saja saat punya keperluan
DalilLemah
  1. Bersuci

    Berwudhu dengan baik, lalu cari tempat yang tenang. Sebaiknya di luar waktu yang dilarang untuk shalat.

  2. Niat

    Niat tempatnya di hati. Melafazkannya dianjurkan ulama mazhab Syafi'i untuk membantu hati fokus, bukan bacaan dari Nabi, jadi cukup dalam hati pun sah.

    Shalat hajat
    أُصَلِّي سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

    Ushallī sunnatal-ḥājati rak'ataini lillāhi ta'ālā.

    “Aku berniat shalat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Ta'ala.”

  3. Takbiratul ihram

    Berdiri menghadap kiblat, angkat kedua tangan sejajar bahu atau telinga sambil bertakbir, lalu letakkan tangan kanan di atas tangan kiri.

    اللَّهُ أَكْبَرُ

    Allāhu akbar.

    “Allah Mahabesar.”

    HR. Bukhari no. 735 dan Muslim no. 390

  4. Doa iftitah

    Dibaca pelan, hanya di rakaat pertama. Versi "Wajjahtu wajhiya..." yang populer di Indonesia juga sahih (HR. Muslim no. 771).

    اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

    Allāhumma bā'id bainī wa baina khaṭāyāya kamā bā'adta bainal-masyriqi wal-maghrib. Allāhumma naqqinī minal-khaṭāyā kamā yunaqqats-tsaubul-abyaḍu minad-danas. Allāhummaghsil khaṭāyāya bil-mā'i wats-tsalji wal-barad.

    “Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahan sebagaimana kain putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahan-kesalahanku dengan air, salju, dan embun.”

    HR. Bukhari no. 744 dan Muslim no. 598

  5. Rakaat pertama: Al-Fatihah dan surah

    Baca ta'awudz dan Al-Fatihah, lalu surah apa saja yang kamu hafal.

    Ta'awudz
    أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

    A'ūdzu billāhi minasy-syaiṭānir-rajīm.

    “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”

    Al-Fatihah
    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ ۝ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ۝ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ ۝ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ ۝ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ۝ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ۝ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

    Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn. Ar-raḥmānir-raḥīm. Māliki yaumid-dīn. Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn. Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm. Ṣirāṭal-ladzīna an'amta 'alaihim ghairil-maghḍūbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn. Āmīn.

    “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.”

    HR. Bukhari no. 756 dan Muslim no. 394

  6. Rukuk

    Angkat tangan sambil bertakbir, lalu membungkuk. Punggung lurus, kedua tangan menggenggam lutut, dan diam sejenak (tuma'ninah).

    3 kali
    سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ

    Subḥāna rabbiyal-'aẓīm.

    “Mahasuci Tuhanku Yang Mahaagung.”

    HR. Muslim no. 772

  7. I'tidal

    Bangkit dari rukuk sambil mengangkat tangan, lalu berdiri tegak dan tuma'ninah.

    Saat bangkit
    سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

    Sami'allāhu liman ḥamidah.

    “Allah mendengar orang yang memuji-Nya.”

    Setelah berdiri tegak
    رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

    Rabbanā wa lakal-ḥamd.

    “Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji.”

    HR. Bukhari no. 789

  8. Sujud

    Turun sambil bertakbir. Tujuh anggota tubuh menempel ke lantai: dahi bersama hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung jari kedua kaki. Sujud juga waktu terbaik untuk berdoa (HR. Muslim no. 482).

    3 kali
    سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

    Subḥāna rabbiyal-a'lā.

    “Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.”

    HR. Bukhari no. 812 dan Muslim no. 772

  9. Duduk di antara dua sujud

    Bangkit sambil bertakbir, duduk di atas kaki kiri dengan kaki kanan ditegakkan (iftirasy). Versi singkat doanya cukup "Rabbighfirlī" (HR. Abu Dawud no. 874).

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاجْبُرْنِي، وَاهْدِنِي، وَارْزُقْنِي

    Allāhummaghfirlī, warḥamnī, wajburnī, wahdinī, warzuqnī.

    “Ya Allah, ampunilah aku, sayangilah aku, cukupkanlah kekuranganku, berilah aku petunjuk, dan berilah aku rezeki.”

    HR. Tirmidzi no. 284

  10. Sujud kedua

    Sujud lagi sambil bertakbir dengan bacaan yang sama. Lalu berdiri sambil bertakbir untuk rakaat kedua.

    3 kali
    سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

    Subḥāna rabbiyal-a'lā.

    “Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.”

  11. Rakaat kedua

    Baca Al-Fatihah lalu surah apa saja yang kamu hafal. Setelah itu rukuk, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua, sama seperti rakaat pertama.

  12. Tasyahud akhir

    Setelah sujud kedua, duduk tawarruk (kaki kiri dimasukkan ke bawah kaki kanan). Baca tasyahud, shalawat, lalu doa sebelum salam.

    Tasyahud
    التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

    At-taḥiyyātul-mubārakātuṣ-ṣalawātuṭ-ṭayyibātu lillāh. As-salāmu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa raḥmatullāhi wa barakātuh. As-salāmu 'alainā wa 'alā 'ibādillāhiṣ-ṣāliḥīn. Asyhadu an lā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muḥammadar-rasūlullāh.

    “Segala penghormatan, keberkahan, shalawat, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan keberkahan-Nya tercurah kepadamu, wahai Nabi. Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

    Shalawat Ibrahimiyah
    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

    Allāhumma ṣalli 'alā Muḥammad wa 'alā āli Muḥammad, kamā ṣallaita 'alā Ibrāhīm wa 'alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd. Allāhumma bārik 'alā Muḥammad wa 'alā āli Muḥammad, kamā bārakta 'alā Ibrāhīm wa 'alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd.

    “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau melimpahkan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji, Maha Mulia. Ya Allah, limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji, Maha Mulia.”

    Doa sebelum salam
    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

    Allāhumma innī a'ūdzu bika min 'adzābi jahannam, wa min 'adzābil-qabr, wa min fitnatil-maḥyā wal-mamāt, wa min syarri fitnatil-masīḥid-dajjāl.

    “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab neraka Jahanam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.”

    HR. Muslim no. 403, Bukhari no. 3370, dan Muslim no. 588

  13. Salam

    Menoleh ke kanan lalu ke kiri, masing-masing sambil mengucapkan salam.

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

    As-salāmu 'alaikum wa raḥmatullāh.

    “Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepada kalian.”

    HR. Muslim no. 582

  14. Memuji Allah, bershalawat, lalu berdoa

    Setelah salam, awali doa dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi SAW, lalu baca doa dari riwayat Abdullah bin Abi Aufa ini.

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

    Lā ilāha illallāhul-ḥalīmul-karīm, subḥānallāhi rabbil-'arsyil-'aẓīm, al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn. As'aluka mūjibāti raḥmatik, wa 'azā'ima maghfiratik, wal-ghanīmata min kulli birr, was-salāmata min kulli itsm. Lā tada' lī dzanban illā ghafartah, wa lā hamman illā farrajtah, wa lā ḥājatan hiya laka riḍan illā qaḍaitahā yā arḥamar-rāḥimīn.

    “Tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Penyantun, Maha Pemurah. Mahasuci Allah, Tuhan Arsy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Aku memohon kepada-Mu hal-hal yang mendatangkan rahmat-Mu, ampunan-Mu, keuntungan dari setiap kebaikan, dan keselamatan dari setiap dosa. Jangan Engkau biarkan dosaku kecuali Engkau ampuni, kegelisahanku kecuali Engkau lapangkan, dan keperluanku yang Engkau ridai kecuali Engkau penuhi, wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.”

    HR. Tirmidzi no. 479 (lemah)

  15. Sampaikan hajatmu

    Lanjutkan dengan meminta keperluanmu menggunakan bahasamu sendiri, dengan yakin dan sungguh-sungguh.

Catatan: Imam Tirmidzi menyebut hadits ini gharib dan ada perawinya (Fa'id bin Abdurrahman) yang dinilai lemah. Sebagian ulama tetap membolehkan mengamalkannya untuk keutamaan amal. Ulama lain menyarankan cukup shalat sunnah biasa lalu berdoa, karena Allah memerintahkan "mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat" (QS. Al-Baqarah: 45). Untuk memilih di antara dua pilihan, yang sahih adalah shalat istikharah.

Sumber

  • HR. Tirmidzi no. 479 dan Ibnu Majah no. 1384
  • QS. Al-Baqarah: 45

Tata cara shalat lainnya

Semua