Bayangin kamu satu-satunya orang di kota yang berani bilang "itu patung, bukan Tuhan". Termasuk ke ayahmu sendiri ๐ณ Itu Nabi Ibrahim.
"Tanya aja ke yang paling gede"
Ibrahim nanya ke ayah dan kaumnya, patung-patung apa sih ini yang kalian sembah terus? Jawaban mereka: "kami liat nenek moyang kami nyembah ini" ๐ (QS Al-Anbiya: 52-53)
Pas kaumnya lagi pergi, Ibrahim ngancurin semua berhala, kecuali yang paling gede (QS Al-Anbiya: 57-58). Kaumnya pulang dan heboh, "siapa yang ngelakuin ini?" Ada yang nyeletuk, "ada pemuda, namanya Ibrahim" (QS Al-Anbiya: 59-60).
Ibrahim dipanggil. "Kamu yang ngelakuin ini?" Jawabannya legendaris: "yang paling gede ini yang ngelakuin. Tanya aja ke mereka, kalau mereka bisa ngomong" ๐ญ (QS Al-Anbiya: 62-63)
Mereka sempet sadar dan nunduk, "kamu kan tau mereka ga bisa ngomong." Ibrahim bales, "terus kenapa kalian nyembah sesuatu yang ga bisa ngasih manfaat dan ga bisa ngasih mudarat?" (QS Al-Anbiya: 65-66)
Kalah debat, main api
Kalah argumen, mereka milih cara kasar: "bakar dia!" ๐ฅ (QS Al-Anbiya: 68). Mereka bikin bangunan buat api yang gede, terus Ibrahim dilempar ke dalamnya (QS Ash-Shaffat: 97).
Pas dilempar, kalimat yang Ibrahim ucapin adalah hasbunallah wa ni'mal wakil: cukuplah Allah bagi kami, dan Dia sebaik-baik pelindung (HR Bukhari no. 4563, dari Ibnu Abbas).
Dan ternyata...
"Kami berfirman, 'Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim!'"
QS Al-Anbiya [21]: 69Rencana jahat mereka gagal total, mereka sendiri yang jadi paling rugi (QS Al-Anbiya: 70; QS Ash-Shaffat: 98). Cek statusnya di Cek Kisah.
Hikmah yang bisa dibawa pulang
Iman itu bukan cuma ikut-ikutan nenek moyang. Ibrahim berani mikir, berani nanya, dan berani beda ๐ฅน Dan pas semua jalan ketutup, kalimatnya cuma satu: cukup Allah.
Daftar sumber
- QS Al-Anbiya [21]: 51-70
- QS Ash-Shaffat [37]: 97-98
- HR Bukhari no. 4563 (dari Ibnu Abbas)